Jika kau ingin pergi,
Maka pergilah sesuka langkahmu.
Aq tidak akan menahan kepergianmu...
Jika kau ingin kembali,
maka kembalilah sesuka hatimu.
Aq tidak akan memintamu untuk kembali...
Bagi q, yang tlah pergi biarlah pergi dan yang kembali biarlah kembali...
Dan aq percaya... Bahwa kepergian dan kembalinya dirimu bukanlah suatu kebetulan atau kesengajaan.
Tetapi Tuhan-lah yang telah mengaturnya...
Terima kasih Tuhan ataz alur hidup yang Engkau atur untuk q...
Minggu, 25 Oktober 2009
Jumat, 19 Juni 2009
Selamat Jalan Mank Ade...
tadi sore, setelah aku pulang kerja, aku melihat mata mamah dan papahku yang masih basah seperti orang yang baru saja menangis. karena memang benar orangtuaku baru saja selesai menangis...
ternyata beberapa menit sebelum aku sampai rumah, orangtuaku kedatangan tamu. dia bernama mank dedi. mank dedi memberikan kabar ke keluargaku, bahwa mang ade sudah tidak ada alias meninggal.
innalillahi wa inailahirojiun...
ketika aku pun mendengar kabar itu, sunggung aku tak kuasa untuk menahan air mata itu. air mata itu menetes dari kedua mataku berbarengan dengan otakku yang memutar memoriku dan mengingat siapakah dia sebenarnya.
sejak aku kecil, papah dan mamahku selalu membiasakan anak-anaknya untuk sarapan dan minum susu. meskipun sarapannya hanya sepotong roti manis atau setangkap roti tawar yg dilapisi margarin plus gula pasir atau serez. sampai akhirnya ortuku berlangganan roti oleh seorang penjual roti yang bernama mang ade.
penjual roti ini sangat baik. dia selalu memberikan kami bonus satu potong roti manis setiap kali mamahku membelinya. bahkan jika dia bertemu dengan adikku ataupun aku saat dia berjualan di sore hari, dia pasti memberikan rotinya secara gratis ke aku ataupun adikku.
orangnya sangat ramah, baik, sopan dan kebanyak orang2 di daerahku pasti mengenal dia. maklum yang langganan roti sm dia cukup banyak dan keramahan dan kebaikan dia itu jugalah yg membuat org sangat suka bila dia sudah membunyikan toet-toet miliknya. (gw lupa namanya apa. pokoknya yg sering dibunyiiin tukang roti dagh!)
jika dia ingin pulang kampung, dia selalu bilang sm pelanggannya. itu supaya pelanggan tidak menunggu dia. jika dia sudah kembali berjualan, pasti dia selalu memberikan oleh2 dari kampungnya. ada krupuk, ada beras merah, ada pisang, ada manggis dan lain-lain... pokoknya buanyak dech. bahkan kadang box isi rotinya bukan berisi roti tapi kerdus yg berisi oleh2 untuk keluarga aku.
aku kurang tahu, entah mengapa dia sangat baik ke keluargaku. sehingga dia selalu membawakan oleh2 untuk keluargaku. hanya yang kuingat pesan dari orangtuaku saat itu : kalian harus menghormati dia, karena dia sudah baik sama kita. orang baik itu harus dibalas dengan kebaikan juga.
ketika aku mulai kuliah, keluargaku sempat sedih ketika dia datang dan mengatakan, mulai bsk saya sudah ga jualan roti lagi. saya mo pulang kampung saja. nambang emas. nanti roti yg setiap hari diantar kesini akan diantar sma adik saya. adik saya yang akan mengantikan saya berjualan. adiknya itu bernama mang dedi.
hikz...hikz...hikz... syedihnya karena dia akan pulang kampung. dan mungkin akan sulit ketemu dia, kecuali klo keluargaku ke kampungnya atau dia bermain kerumahku.
ehm... ternyata adiknya tidak lama juga berjualan roti. karena akhirnya adik kakak ini membuka usaha sendiri dengan berjualan pecel ayam. jadi inget, dulu ketika rumahku kebanjiran, dia datang membawakan keluarga kami nasi bungkus dengan pecel ayamnya. ehmm... uenakz dech!
sudah lama keluargaku tidak bertemu dengannya. seingat aku, terakhir aku bertemu dengannya waktu tahun 2003 atau 2004 githu. saat itu keluargaku bermain ke kampungnya. sambutan keluarganya sungguh sangat baik sekali. bahkan ketika kami pulangpun sempat-sempatnya mereka mengumpulkan semua jenis hasil panannya dari kebunnya. sampai2 mobil kami penuh dengan oleh2 dimana2.
ehm... kini semua itu tinggalah kenangan. semua kebaikannya bener2 membuat aku makin ingin meneteskan air mata. terbayang semua olehku batapa baiknya dia, betapa ikhlasnya dia berbuat baik, betapa indah senyumannya dan betapa nyaman tawanya. semua masih terekam indah di otakku...
kini... aku hanya bisa bilang : selamat jalan mank ade... semua kebaikanmu akan selalu aku ingat. dan aku ingin lebih banyak lagi berbuat baik seperti dirimu. senyummu, tawamu, kebaikanmu akan selalu tersimpan di otakku...
selamat jalan mank ade...
semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untukmu...
Aminnn...
ternyata beberapa menit sebelum aku sampai rumah, orangtuaku kedatangan tamu. dia bernama mank dedi. mank dedi memberikan kabar ke keluargaku, bahwa mang ade sudah tidak ada alias meninggal.
innalillahi wa inailahirojiun...
ketika aku pun mendengar kabar itu, sunggung aku tak kuasa untuk menahan air mata itu. air mata itu menetes dari kedua mataku berbarengan dengan otakku yang memutar memoriku dan mengingat siapakah dia sebenarnya.
sejak aku kecil, papah dan mamahku selalu membiasakan anak-anaknya untuk sarapan dan minum susu. meskipun sarapannya hanya sepotong roti manis atau setangkap roti tawar yg dilapisi margarin plus gula pasir atau serez. sampai akhirnya ortuku berlangganan roti oleh seorang penjual roti yang bernama mang ade.
penjual roti ini sangat baik. dia selalu memberikan kami bonus satu potong roti manis setiap kali mamahku membelinya. bahkan jika dia bertemu dengan adikku ataupun aku saat dia berjualan di sore hari, dia pasti memberikan rotinya secara gratis ke aku ataupun adikku.
orangnya sangat ramah, baik, sopan dan kebanyak orang2 di daerahku pasti mengenal dia. maklum yang langganan roti sm dia cukup banyak dan keramahan dan kebaikan dia itu jugalah yg membuat org sangat suka bila dia sudah membunyikan toet-toet miliknya. (gw lupa namanya apa. pokoknya yg sering dibunyiiin tukang roti dagh!)
jika dia ingin pulang kampung, dia selalu bilang sm pelanggannya. itu supaya pelanggan tidak menunggu dia. jika dia sudah kembali berjualan, pasti dia selalu memberikan oleh2 dari kampungnya. ada krupuk, ada beras merah, ada pisang, ada manggis dan lain-lain... pokoknya buanyak dech. bahkan kadang box isi rotinya bukan berisi roti tapi kerdus yg berisi oleh2 untuk keluarga aku.
aku kurang tahu, entah mengapa dia sangat baik ke keluargaku. sehingga dia selalu membawakan oleh2 untuk keluargaku. hanya yang kuingat pesan dari orangtuaku saat itu : kalian harus menghormati dia, karena dia sudah baik sama kita. orang baik itu harus dibalas dengan kebaikan juga.
ketika aku mulai kuliah, keluargaku sempat sedih ketika dia datang dan mengatakan, mulai bsk saya sudah ga jualan roti lagi. saya mo pulang kampung saja. nambang emas. nanti roti yg setiap hari diantar kesini akan diantar sma adik saya. adik saya yang akan mengantikan saya berjualan. adiknya itu bernama mang dedi.
hikz...hikz...hikz... syedihnya karena dia akan pulang kampung. dan mungkin akan sulit ketemu dia, kecuali klo keluargaku ke kampungnya atau dia bermain kerumahku.
ehm... ternyata adiknya tidak lama juga berjualan roti. karena akhirnya adik kakak ini membuka usaha sendiri dengan berjualan pecel ayam. jadi inget, dulu ketika rumahku kebanjiran, dia datang membawakan keluarga kami nasi bungkus dengan pecel ayamnya. ehmm... uenakz dech!
sudah lama keluargaku tidak bertemu dengannya. seingat aku, terakhir aku bertemu dengannya waktu tahun 2003 atau 2004 githu. saat itu keluargaku bermain ke kampungnya. sambutan keluarganya sungguh sangat baik sekali. bahkan ketika kami pulangpun sempat-sempatnya mereka mengumpulkan semua jenis hasil panannya dari kebunnya. sampai2 mobil kami penuh dengan oleh2 dimana2.
ehm... kini semua itu tinggalah kenangan. semua kebaikannya bener2 membuat aku makin ingin meneteskan air mata. terbayang semua olehku batapa baiknya dia, betapa ikhlasnya dia berbuat baik, betapa indah senyumannya dan betapa nyaman tawanya. semua masih terekam indah di otakku...
kini... aku hanya bisa bilang : selamat jalan mank ade... semua kebaikanmu akan selalu aku ingat. dan aku ingin lebih banyak lagi berbuat baik seperti dirimu. senyummu, tawamu, kebaikanmu akan selalu tersimpan di otakku...
selamat jalan mank ade...
semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untukmu...
Aminnn...
Selasa, 16 Juni 2009
Wartawan TSK atau BodReX?
siang itu matahari benar2 sedang tidak bersahabat dengan diriku.
pancaran cahaya dan sengatannya membuat kepalaku pusing dan emosi pun memuncak.
belum lagi keringat segede-gede biji jagung ga ada genti-hentinya meyumbur dari lubang pori-poriku. ugghhhh.... puanaz bgtz sech!
kala itu aku baru saja pulang dari liputan di Mall Taman Anggrek.
aku yang biasa berpergian dengan motor, hari itu memutuskan untuk mencoba merakyat dengan naik angkot.
karena panas yang menghujam sudah membuat aku merasa terlalu.
akhirnya aku putuskan untuk naik patas ber-AC.
berharap akan mendapatkan udara dingin demi membuat otakku adem dan emosi mendera.
ternyata matahari mengalahkan pendingin di bus tersebut.
alhasil tetep ajah aku kipas2 pke kertas.
berharap bisa melupakan rasa panas, aku mulai sibuk dengan jari jemariku yang mencet2 tombol HP.
ehm... taulah ngepain? klo ga chating ya berfezbuk ria.
sedang asyik2nya menjamah HP, ternyata ada seorang bapak yang duduk di sampingku dengan badannya yang cukup besar dan tinggi.
bapak itu mulai mengganggu dengan mengeluarkan berbagai ocehan yang intinya marah2 karena AC nya ga berasa.
mungkin karena tak ada yang mengindahkan kata2nya, si bapak itu pun tertidur pulaszzz....
tak lama kemudian, si bapak itu pun terbangun dari tidurnya.
lalu dia memperhatikan aku yg tengah asyik berkutat dengan HP ku.
ditengah kesenagan yg sedang ku jalani, bapak itu pun menegurku dan akhirnya kita pun bercakap2.
awal pembicaraan dengan bapak itu sangat mengasyikan.
tapi ketika membahas masalah pekerjaan, aku pun mulai risih dan kesal dibuatya.
ketika aku bilang kalau aku berkerja sebagai wartawan, bapak itu malah bertanya "wartawan tanpa surat kabar atau bodrek neng?".
WHAT?
saat itu aku hanya menjawabnya dengan senyum yg ku paksa sok maniz.
padahal saat mendengar pertanyaanya itu kepalaku sudah bertanduk dan bermuka merah serta gigi bertaring sangat panjang.
bukan karena aku tersinggung, tapi aku tidak terima ajah kenapa pertanyaannya seperti itu.
mengapa bukan bertanya "wartawan apa? medianya apa? dimana kantornya" atau apalah.
mungkin itu akan lebih mengenakkan.
mungkin bapak itu tahu, kalau aku tidak terima dengan pertanyaannya itu.
lalu bapak itu berkata "maaf nenk, tidak ada maksud apa2. tapi yang bapak tahu banyak yang mengaku wartawan tapi ga punya media... bla...bla....bla..."
akhirnya demi menyenangkan hatiku (pikir ku), bapak itu bertanya di media apa aku bekerja, dimana kantornya, bisa dibeli dimana majalahnya dan pertanyaan2 lainnya...
dan ketika bapak itu mau turun, bapak itu berkata : "sekali lagi maaf yach nenk klo ada kata2 yang tidak menyenangkan. saya cuma pesen, jadi wartawan yang baik yach nenk, kasih informasi ke masyarakat yang bener, jangan bikin masyarakat jadi bingung, cuma karena mendapatkan uang akhirnya mereka memberitakan yang tidak layak diinformasikan atau info yang salah dan bla...bla...bla...."
lalu bapak itu berdiri dari duduknya. seperti belum puas, bapak itu berpesan lagi "jangan pernah jadi wartawan Tanpa Surat Kabar atau Bodrex ya!"
dan aku hanya bisa menunduk dan tersenyum manis kepadanya...
inti dari pembicaraan aku dengan bapak2 itu, membuat aku bertanya2:
apakah di luar sana pekerjaan sebagai wartawan masih jelek? dalam arti apakah masih banyak atau ada wartawan yg memberikan info yang salah? apa masih ada wartawan tanpa surat kabar?. ehmmm.......
pancaran cahaya dan sengatannya membuat kepalaku pusing dan emosi pun memuncak.
belum lagi keringat segede-gede biji jagung ga ada genti-hentinya meyumbur dari lubang pori-poriku. ugghhhh.... puanaz bgtz sech!
kala itu aku baru saja pulang dari liputan di Mall Taman Anggrek.
aku yang biasa berpergian dengan motor, hari itu memutuskan untuk mencoba merakyat dengan naik angkot.
karena panas yang menghujam sudah membuat aku merasa terlalu.
akhirnya aku putuskan untuk naik patas ber-AC.
berharap akan mendapatkan udara dingin demi membuat otakku adem dan emosi mendera.
ternyata matahari mengalahkan pendingin di bus tersebut.
alhasil tetep ajah aku kipas2 pke kertas.
berharap bisa melupakan rasa panas, aku mulai sibuk dengan jari jemariku yang mencet2 tombol HP.
ehm... taulah ngepain? klo ga chating ya berfezbuk ria.
sedang asyik2nya menjamah HP, ternyata ada seorang bapak yang duduk di sampingku dengan badannya yang cukup besar dan tinggi.
bapak itu mulai mengganggu dengan mengeluarkan berbagai ocehan yang intinya marah2 karena AC nya ga berasa.
mungkin karena tak ada yang mengindahkan kata2nya, si bapak itu pun tertidur pulaszzz....
tak lama kemudian, si bapak itu pun terbangun dari tidurnya.
lalu dia memperhatikan aku yg tengah asyik berkutat dengan HP ku.
ditengah kesenagan yg sedang ku jalani, bapak itu pun menegurku dan akhirnya kita pun bercakap2.
awal pembicaraan dengan bapak itu sangat mengasyikan.
tapi ketika membahas masalah pekerjaan, aku pun mulai risih dan kesal dibuatya.
ketika aku bilang kalau aku berkerja sebagai wartawan, bapak itu malah bertanya "wartawan tanpa surat kabar atau bodrek neng?".
WHAT?
saat itu aku hanya menjawabnya dengan senyum yg ku paksa sok maniz.
padahal saat mendengar pertanyaanya itu kepalaku sudah bertanduk dan bermuka merah serta gigi bertaring sangat panjang.
bukan karena aku tersinggung, tapi aku tidak terima ajah kenapa pertanyaannya seperti itu.
mengapa bukan bertanya "wartawan apa? medianya apa? dimana kantornya" atau apalah.
mungkin itu akan lebih mengenakkan.
mungkin bapak itu tahu, kalau aku tidak terima dengan pertanyaannya itu.
lalu bapak itu berkata "maaf nenk, tidak ada maksud apa2. tapi yang bapak tahu banyak yang mengaku wartawan tapi ga punya media... bla...bla....bla..."
akhirnya demi menyenangkan hatiku (pikir ku), bapak itu bertanya di media apa aku bekerja, dimana kantornya, bisa dibeli dimana majalahnya dan pertanyaan2 lainnya...
dan ketika bapak itu mau turun, bapak itu berkata : "sekali lagi maaf yach nenk klo ada kata2 yang tidak menyenangkan. saya cuma pesen, jadi wartawan yang baik yach nenk, kasih informasi ke masyarakat yang bener, jangan bikin masyarakat jadi bingung, cuma karena mendapatkan uang akhirnya mereka memberitakan yang tidak layak diinformasikan atau info yang salah dan bla...bla...bla...."
lalu bapak itu berdiri dari duduknya. seperti belum puas, bapak itu berpesan lagi "jangan pernah jadi wartawan Tanpa Surat Kabar atau Bodrex ya!"
dan aku hanya bisa menunduk dan tersenyum manis kepadanya...
inti dari pembicaraan aku dengan bapak2 itu, membuat aku bertanya2:
apakah di luar sana pekerjaan sebagai wartawan masih jelek? dalam arti apakah masih banyak atau ada wartawan yg memberikan info yang salah? apa masih ada wartawan tanpa surat kabar?. ehmmm.......
Sabtu, 06 Juni 2009
eGoiZ!
ehm... sampai saat ini masih ajah yach ditemukan orang yang super duper egois! hanya mementingkan dirinya sendiri. ga nyadar yach klo kita itu pasti butuh bantuan orang lain? yakin yach klo bisa berdiri sendiri tanpa tulang yang membuatnya tegap?
ehm... klo emang ada yg bisa, gw akan bilang ke dia klo "lo itu amat sangat hebatz!"
ada satu orang yang tanpa disadari mengakui bahwa dia bisa melakukan segala hal sendiri tanpa bantuan orang lain. tapi anehnya, dia pun pernah minta bantuan orang lain. sepertinya dia ga sadar bahwa ternyata dia butuh bantuan orang lain.
kasihan gw sm orang yang seperti ini. dengan lantang mengatakan "Gw bisa koq sendiri". tapi sayang... entah disadari atau tidak olehnya dia pun minta bantuan sama orang lain. aneh!
ehmm... apakah elo yakin bisa melakukannya sendiri?
ehm... klo emang ada yg bisa, gw akan bilang ke dia klo "lo itu amat sangat hebatz!"
ada satu orang yang tanpa disadari mengakui bahwa dia bisa melakukan segala hal sendiri tanpa bantuan orang lain. tapi anehnya, dia pun pernah minta bantuan orang lain. sepertinya dia ga sadar bahwa ternyata dia butuh bantuan orang lain.
kasihan gw sm orang yang seperti ini. dengan lantang mengatakan "Gw bisa koq sendiri". tapi sayang... entah disadari atau tidak olehnya dia pun minta bantuan sama orang lain. aneh!
ehmm... apakah elo yakin bisa melakukannya sendiri?
Kamis, 28 Mei 2009
Kisah (Aib) Seorang Pendonor Sumsum Tulang Belakang
Butuh kesabaran dan kekuatan untuk membaca kisah ini. sungguh semua diluar dugaan.
kisah ini pun membuktikan bahwa tidak selamanya penjahat itu selalu jahat. dan tidak selamanya orang baik tidak pernah berbuat jahat...
hikz....hikz...hikz...
Aib Seorang Pendonor Sumsum Tulang Belakang
Shared via AddThis
kisah ini pun membuktikan bahwa tidak selamanya penjahat itu selalu jahat. dan tidak selamanya orang baik tidak pernah berbuat jahat...
hikz....hikz...hikz...
Aib Seorang Pendonor Sumsum Tulang Belakang
Shared via AddThis
Kamis, 07 Mei 2009
Jangan Sakiti Lagi...
Telah aku maafkan
semua kesalahanmu,
asal kau berjanji
tidak mengulangnya lagi
telah aku terima
sakitnya dikhianati
sedalam cintaku ini
selama hidupku ini
hatiku cuma ada satu
sudah untuk mencintaimu
tolong jangan sakiti lagi
nanti aku bisa mati
cintaku cuma sama kamu
sayangku cuma untuk kamu
tolong jangan hancurkan lagi
nanti aku bisa mati
Cinta Cuma Satu (Nindy)
semua kesalahanmu,
asal kau berjanji
tidak mengulangnya lagi
telah aku terima
sakitnya dikhianati
sedalam cintaku ini
selama hidupku ini
hatiku cuma ada satu
sudah untuk mencintaimu
tolong jangan sakiti lagi
nanti aku bisa mati
cintaku cuma sama kamu
sayangku cuma untuk kamu
tolong jangan hancurkan lagi
nanti aku bisa mati
Cinta Cuma Satu (Nindy)
Kamis, 12 Maret 2009
Antara Cinta & Cocok
BEDA ANTARA CINTA DAN COCOK
Oleh: Dr. Paul Gunadi
Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta. Cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.
Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya. Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.
Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.
Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba-tiba hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.
Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini. Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.
Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka. Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena kesabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau tampan atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di atas timbulah rasa suka terhadapnya. Sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita menyukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya. Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.
Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan. Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian.
Saya berikan contoh. Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok.
Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya. Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai.
Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup. Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan -- ini yang penting -- cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah. Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran. Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan.
Kita kadang berpikir atau berharap, "Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar! Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok! Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita. Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Dia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, “Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata “cocok”. Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam. Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok. Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan.
Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata "cocok" dengan kata "cinta." Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita. Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku?
Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, "Cinta adalah segalanya," dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya. Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!
Teman-teman ini saya juga berikan sebuah doa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat dan cocok, doa ini sangat indah semoga juga bisa memberikan kesadaran bahwa semua itu akan kita kembalikan kepada Sang Empunya Kehidupan. Ini saya buat dua versi yang bisa digunakan sesuai jenis kelamin dan kebutuhan teman2. Jika artikel dan doa ini Anda rasa berguna... berikan kepada mereka yang membutuhkan dan yakinlah niat baik Anda pasti tidak akan pernah sia-sia... semoga bermanfaat
PRAYER FOR LIFETIME PARTNER
Tuhanku, Aku berdoa untuk seorang pria/perempuan, yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria/perempuan yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria/perempuan yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU. Wajah ganteng/cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah Sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia. Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria/perempuan yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria/perempuan yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku/ketampanan tetapi karena hatiku.
Seorang pria/perempuan yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang perempuan/pria ketika berada di sebelahnya.
Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria/perempuan yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria/perempuan yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang perempuan/pria yang dapat membuat pria/perempuan itu bangga dan bahagia.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku/ketampananku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat Mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.
Aamiin
Oleh: Dr. Paul Gunadi
Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta. Cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.
Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya. Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.
Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.
Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba-tiba hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.
Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini. Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.
Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka. Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena kesabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau tampan atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di atas timbulah rasa suka terhadapnya. Sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita menyukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya. Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.
Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan. Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian.
Saya berikan contoh. Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok.
Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya. Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai.
Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup. Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan -- ini yang penting -- cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah. Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran. Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan.
Kita kadang berpikir atau berharap, "Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar! Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok! Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita. Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Dia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, “Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata “cocok”. Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam. Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok. Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan.
Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata "cocok" dengan kata "cinta." Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita. Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku?
Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, "Cinta adalah segalanya," dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya. Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!
Teman-teman ini saya juga berikan sebuah doa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat dan cocok, doa ini sangat indah semoga juga bisa memberikan kesadaran bahwa semua itu akan kita kembalikan kepada Sang Empunya Kehidupan. Ini saya buat dua versi yang bisa digunakan sesuai jenis kelamin dan kebutuhan teman2. Jika artikel dan doa ini Anda rasa berguna... berikan kepada mereka yang membutuhkan dan yakinlah niat baik Anda pasti tidak akan pernah sia-sia... semoga bermanfaat
PRAYER FOR LIFETIME PARTNER
Tuhanku, Aku berdoa untuk seorang pria/perempuan, yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria/perempuan yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria/perempuan yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU. Wajah ganteng/cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah Sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia. Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria/perempuan yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria/perempuan yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku/ketampanan tetapi karena hatiku.
Seorang pria/perempuan yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang perempuan/pria ketika berada di sebelahnya.
Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria/perempuan yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria/perempuan yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang perempuan/pria yang dapat membuat pria/perempuan itu bangga dan bahagia.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku/ketampananku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat Mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.
Aamiin
Sabtu, 07 Maret 2009
Antara Hak & Kewajiban (Miriz)
ada kalanya orang meminta haknya dipenuhi. tapi ada kalanya orang ga menjalankan kewajibannya. apakah pantas haknya untuk dipenuhi?
Sebelumnya aku minta maaf untuk temen2ku yang mungkin tersinggung dengan kata2ku ini.
ini adalah bentuk kekecewaan aku terhadap sikap temen2ku yang lalai terhadap kewajibannya. padahal blm lama ini terngiang ditelingaku bagaimana dia menuntut haknya. yach... mungkin karena haknya belum dipenuhi, sehingga kewajibannya pun ada yang tidak dipenuhinya.
hari ini aku kembali sendiri berada di ruangan kantorku yang sunyi. entah kemana semua temen2ku. bukan karena aku tidak tahu mereka kemana. aku tahu. tapi entah alasan mereka tak ku mengerti. (untuk yang memiliki alasan sakit, aku mengerti :D)
tadi malam aku nonton acara Kick Andy yang tayang di Metro TV. entah kenapa saat itu aku ingin sekali menontonnya. ternyata pada episode itu membahas tentang anak yang bekerja di bawah umur. ada Lukman, Agus dan Sulaiman yang bekerja di Bengkel Sepatu. mereka anak2 yang berusia 11-12 thn, bekerja dari jam 08:00 - 17:00 WIB dan berlanjut jam 19:00 - 24:00 WIB dengan bayaran 35 ribu - 50 ribu seminggu. belum lagi Rina (16Thn) yang bekerja menjadi PSK sejak usia 14thn demi menyekolahkan kedua adiknya.
mereka bekerja demi menyambung hidup mereka. benar2 demi sesuap nasi. sungguh miris aku mendengar kisah mereka yang bekerja hingga tenggah malam bahkan untuk rina yang bekerja hingga pagi. dimana aku sudah tertidur lelap, mereka sibuk mengelem sendal atau sepatu, bahkan untuk rina sedang sibuk menemani pria2 yang hobby "jajan" dan mencopot status keperawanan rina.
menonton dan mendengar kisah mereka bukan hanya membuatku miris. bahkan aku tak kuasa menahan air mata yang berusaha keluar dari mataku. aku bukan sedang ber-lebay ria. aku memang tak kuasa mendengarnya. aku coba merenung... aku berfikir dengan keras. bahkan sangat keras. sehingga timbul pertanyaan dalam diriku. masih pantaskah aku mengeluh dengan pekerjaan aku sekarang? pekerjaan yang bisa dikatakan tidak memeras tenagaku hingga tengah malam dan pekerjaan yang tidak mencopot status keperawananku!
kembali ke hak dan kewajiban! apakah aku sudah menjalankan kewajiban aku dengan baik demi mendapatkan hak yang aku inginkan? apakah aku pantas teriak mana hak aku dengan meminta gaji atau insentif dinaikan? padahal jam kerjaku telah banyak yang aku korupsi. (fezbukan, YM-an, FS, abis liputan ga langsung ke kantor atau pulang, bahkan bolos kantor dan berleha2 di rumah!) Apakah itu pantas untukku?
jika aku menghubungkannya dengan pekerjaan yang rina, lukman, agus dan sulaiman lakukan, apakah aku tidak malu pada mereka? apakah aku tidak malu dengan diriku sendiri? sehingga aku lalay terhadap kewajibanku! sungguh aku malu. bahkan amat sangat malu!
Ya Allah...
Maafin aku yang telah melakukan korupsi waktu dan lalay terhadap kewajibanku di kantor...
Sebelumnya aku minta maaf untuk temen2ku yang mungkin tersinggung dengan kata2ku ini.
ini adalah bentuk kekecewaan aku terhadap sikap temen2ku yang lalai terhadap kewajibannya. padahal blm lama ini terngiang ditelingaku bagaimana dia menuntut haknya. yach... mungkin karena haknya belum dipenuhi, sehingga kewajibannya pun ada yang tidak dipenuhinya.
hari ini aku kembali sendiri berada di ruangan kantorku yang sunyi. entah kemana semua temen2ku. bukan karena aku tidak tahu mereka kemana. aku tahu. tapi entah alasan mereka tak ku mengerti. (untuk yang memiliki alasan sakit, aku mengerti :D)
tadi malam aku nonton acara Kick Andy yang tayang di Metro TV. entah kenapa saat itu aku ingin sekali menontonnya. ternyata pada episode itu membahas tentang anak yang bekerja di bawah umur. ada Lukman, Agus dan Sulaiman yang bekerja di Bengkel Sepatu. mereka anak2 yang berusia 11-12 thn, bekerja dari jam 08:00 - 17:00 WIB dan berlanjut jam 19:00 - 24:00 WIB dengan bayaran 35 ribu - 50 ribu seminggu. belum lagi Rina (16Thn) yang bekerja menjadi PSK sejak usia 14thn demi menyekolahkan kedua adiknya.
mereka bekerja demi menyambung hidup mereka. benar2 demi sesuap nasi. sungguh miris aku mendengar kisah mereka yang bekerja hingga tenggah malam bahkan untuk rina yang bekerja hingga pagi. dimana aku sudah tertidur lelap, mereka sibuk mengelem sendal atau sepatu, bahkan untuk rina sedang sibuk menemani pria2 yang hobby "jajan" dan mencopot status keperawanan rina.
menonton dan mendengar kisah mereka bukan hanya membuatku miris. bahkan aku tak kuasa menahan air mata yang berusaha keluar dari mataku. aku bukan sedang ber-lebay ria. aku memang tak kuasa mendengarnya. aku coba merenung... aku berfikir dengan keras. bahkan sangat keras. sehingga timbul pertanyaan dalam diriku. masih pantaskah aku mengeluh dengan pekerjaan aku sekarang? pekerjaan yang bisa dikatakan tidak memeras tenagaku hingga tengah malam dan pekerjaan yang tidak mencopot status keperawananku!
kembali ke hak dan kewajiban! apakah aku sudah menjalankan kewajiban aku dengan baik demi mendapatkan hak yang aku inginkan? apakah aku pantas teriak mana hak aku dengan meminta gaji atau insentif dinaikan? padahal jam kerjaku telah banyak yang aku korupsi. (fezbukan, YM-an, FS, abis liputan ga langsung ke kantor atau pulang, bahkan bolos kantor dan berleha2 di rumah!) Apakah itu pantas untukku?
jika aku menghubungkannya dengan pekerjaan yang rina, lukman, agus dan sulaiman lakukan, apakah aku tidak malu pada mereka? apakah aku tidak malu dengan diriku sendiri? sehingga aku lalay terhadap kewajibanku! sungguh aku malu. bahkan amat sangat malu!
Ya Allah...
Maafin aku yang telah melakukan korupsi waktu dan lalay terhadap kewajibanku di kantor...
Jumat, 06 Februari 2009
To My B.F.F
Gadis Unggu...
Bohong, Jika aku bilang aku baik-baik saja...
Bohong, Kalau saat ini aku ga kangen sama kamu...
Aku Tahu bahwa kamu akan selalu bersedia membantu aku...
Tapi, pertanyaan yang paling besar dalam benakku saat ingin meminta bantuanmu, apapun itu, adalah...apa yang sudah aku lakukan untukmu, sahabat ku...
Karna aku Tahu, sebagai sahabat yang Jauh aku ga bisa selalu ada untukmu...
Di saat kamu, gelisah oleh cinta, mungkin.. oleh hidup, mungkin.. oleh pekerjaan, mungkin... Aku ga ada, dan bukan karna ga mau...Tapi karna peranku...yang saat ini berlipat ganda...
Yang bisa aku lakukan hanya berdoa semoga sahabat-sahabat lain bisa menghibur dan menyemangatimu...
Hatiku sedih, saat aku hanya bisa mengetahui perasaan sahabatku, pikiran dan keinginannya...lewat sebuah blog...
Itu membuatku berpikir, kenapa aku tidak mengetahui itu dari dirinya langsung? sahabat macam apa aku ini?? kenapa dia ga mau bercerita padaku...
Apakah sejauh itu aku dari hatinya, Sehingga kita tak lagi bertukar cerita...
aku ingin mendengar kisahnya sama besarnya seperti keinginanku untuk bercerita tentang hidupku kepadanya...
kemudian aku menjadi malu, malu untuk bertanya padanya, masihkah dia menganggapku sahabatnya, masihkah dia percaya untuk membagi kisahnya padaku...
karna selama ini, aku secara fisik ga ada untuknya...
Aku selalu menganggapnya SAHABAT KU, SAUDARI KU, GURU KU, dan DIRI KU yang lain...
karna kebahagiannya membuat aku bahagia untuknya,
kesedihannya membuat aku bersedih karnanya,
kekecewaannya membuat aku gelisah untuknya,
dan semangatnya mengajariku untuk memompa semangatku untuk menjalani hidupku...
yang aku bisa hanya mendoakan yang terbaik untuknya,
ga ada sedikit keinginan untuk melupakannya, karna itu ga mungkin...
Kisahku dan kisahnya, masing-masing berjalan...
aku dengar ketika ia merasa tersakiti,
aku dengar ketika ia merasa marah pada seseorang,
aku dengar ketika ia sedih,
tapi aku jg ga bisa menjangkaunya...
kaki ku berjalan terlalu jauh darinya,
maafkan aku... mungkin ini sebuah alibi...
tapi aku sungguh sungguh, bahkan tak punya waktu untuk diriku sendiri...
Maafkan aku sahabatku, keterbatasan ku menjauhkan kita...
tapi aku yakin hubungan persahabatan ini, tidak sebatas fisik,
persahabatan kita berlandaskan hati.
cukup ketika aku bertanya kabar padamu dan kamu menjawab baik-baik saja,
itu menentramkan aku...
itu adalah kebahagian untukku...
karna jika kamu tengah bersedih aku tau aku ga akan bisa membantu apa-apa...
Kisahku adalah cerita yang lain,
Kisahmu juga cerita yang lain,
aku yakin kita akan membaginya disaat yang tepat...
Tapi, nampaknya saat-saat itu belum datang...
Yang paling penting untukku sekarang adalah doa juga dukungan dan kehadiranmu pada hari paling bahagia untuk ku pada 4 april nanti...
Sungguh aku merindukan KEHADIRANMU...
Tampaknya waktu belum berpihak pada kita, Sahabat...
Teriring doa dan cinta...
Yakinlah komunikasi kita juga tidak perlu hanya lewat basa basi kata kata...
Yes,I will call u as soon as i can...
Gadis Unggu...
yang tekun, yang tulus, yang baik, yang berani, dan yang penuh cinta...
Selama ini..
aku kagum pada kemandiriannya..
aku rindu pada kebebasannya...
aku iri pada semangatnya...
Tapi aku tengah melangkah jauh meniti tangga hidupku, yang kadang Indah kadang curam kadang terjal kadang licin dan tak jarang kerap kali aku terjatuh...
Disaat-saat itu aku menginginkanmu, Sahabatku...
Tapi, sahabat...
terlalu egois rasanya jika aku menyita perhatianmu untuk masalah-maasalahku,
padahal aku sendiri tak yakin bagaimana keadaanmu...
Aku pun segan bertanya, aku takut kamu menolak kehadiranku...
mungkin di antara banyak sahabat yang kau miliki,
aku sudah bukan yang terpenting...
by. Dina Samsinar
Bohong, Jika aku bilang aku baik-baik saja...
Bohong, Kalau saat ini aku ga kangen sama kamu...
Aku Tahu bahwa kamu akan selalu bersedia membantu aku...
Tapi, pertanyaan yang paling besar dalam benakku saat ingin meminta bantuanmu, apapun itu, adalah...apa yang sudah aku lakukan untukmu, sahabat ku...
Karna aku Tahu, sebagai sahabat yang Jauh aku ga bisa selalu ada untukmu...
Di saat kamu, gelisah oleh cinta, mungkin.. oleh hidup, mungkin.. oleh pekerjaan, mungkin... Aku ga ada, dan bukan karna ga mau...Tapi karna peranku...yang saat ini berlipat ganda...
Yang bisa aku lakukan hanya berdoa semoga sahabat-sahabat lain bisa menghibur dan menyemangatimu...
Hatiku sedih, saat aku hanya bisa mengetahui perasaan sahabatku, pikiran dan keinginannya...lewat sebuah blog...
Itu membuatku berpikir, kenapa aku tidak mengetahui itu dari dirinya langsung? sahabat macam apa aku ini?? kenapa dia ga mau bercerita padaku...
Apakah sejauh itu aku dari hatinya, Sehingga kita tak lagi bertukar cerita...
aku ingin mendengar kisahnya sama besarnya seperti keinginanku untuk bercerita tentang hidupku kepadanya...
kemudian aku menjadi malu, malu untuk bertanya padanya, masihkah dia menganggapku sahabatnya, masihkah dia percaya untuk membagi kisahnya padaku...
karna selama ini, aku secara fisik ga ada untuknya...
Aku selalu menganggapnya SAHABAT KU, SAUDARI KU, GURU KU, dan DIRI KU yang lain...
karna kebahagiannya membuat aku bahagia untuknya,
kesedihannya membuat aku bersedih karnanya,
kekecewaannya membuat aku gelisah untuknya,
dan semangatnya mengajariku untuk memompa semangatku untuk menjalani hidupku...
yang aku bisa hanya mendoakan yang terbaik untuknya,
ga ada sedikit keinginan untuk melupakannya, karna itu ga mungkin...
Kisahku dan kisahnya, masing-masing berjalan...
aku dengar ketika ia merasa tersakiti,
aku dengar ketika ia merasa marah pada seseorang,
aku dengar ketika ia sedih,
tapi aku jg ga bisa menjangkaunya...
kaki ku berjalan terlalu jauh darinya,
maafkan aku... mungkin ini sebuah alibi...
tapi aku sungguh sungguh, bahkan tak punya waktu untuk diriku sendiri...
Maafkan aku sahabatku, keterbatasan ku menjauhkan kita...
tapi aku yakin hubungan persahabatan ini, tidak sebatas fisik,
persahabatan kita berlandaskan hati.
cukup ketika aku bertanya kabar padamu dan kamu menjawab baik-baik saja,
itu menentramkan aku...
itu adalah kebahagian untukku...
karna jika kamu tengah bersedih aku tau aku ga akan bisa membantu apa-apa...
Kisahku adalah cerita yang lain,
Kisahmu juga cerita yang lain,
aku yakin kita akan membaginya disaat yang tepat...
Tapi, nampaknya saat-saat itu belum datang...
Yang paling penting untukku sekarang adalah doa juga dukungan dan kehadiranmu pada hari paling bahagia untuk ku pada 4 april nanti...
Sungguh aku merindukan KEHADIRANMU...
Tampaknya waktu belum berpihak pada kita, Sahabat...
Teriring doa dan cinta...
Yakinlah komunikasi kita juga tidak perlu hanya lewat basa basi kata kata...
Yes,I will call u as soon as i can...
Gadis Unggu...
yang tekun, yang tulus, yang baik, yang berani, dan yang penuh cinta...
Selama ini..
aku kagum pada kemandiriannya..
aku rindu pada kebebasannya...
aku iri pada semangatnya...
Tapi aku tengah melangkah jauh meniti tangga hidupku, yang kadang Indah kadang curam kadang terjal kadang licin dan tak jarang kerap kali aku terjatuh...
Disaat-saat itu aku menginginkanmu, Sahabatku...
Tapi, sahabat...
terlalu egois rasanya jika aku menyita perhatianmu untuk masalah-maasalahku,
padahal aku sendiri tak yakin bagaimana keadaanmu...
Aku pun segan bertanya, aku takut kamu menolak kehadiranku...
mungkin di antara banyak sahabat yang kau miliki,
aku sudah bukan yang terpenting...
by. Dina Samsinar
Senin, 19 Januari 2009
Dina Samsinar
sejenak aku berpikir...
berpikir ada apa dengan hidupku?
aku tak mau menyalahkan takdir...
tapi inilah takdirku...
aku tidak tahu apa kesibukkan aku...
bukan aku tidak tahu, aku tahu, tapi aku malas untuk mengatakannya.
mengapa? karena menurutku itu bukanlah kesibukan. tetapi itulah tuntutan peran...
tuntutan peran? peran apa? peran hidupkah?
kini ku menyadari, betapa aku tidak memiliki arti...
arti seorang sahabat..
rutinitasku sehari-hari membuat aku jauh dari sahabatku...
jauh dari sahabat yang selama ini selalu ada di sisiku...
jauh dari sahabat yang selama ini selau berkeluh kesah dan berbagi cerita kebahagian dan kesedihan padaku...
padahal aku sangat tahu, bahwa disaat-saat sekarang ini dia butuh aku..
butuh untuk berbagi, butuh saranku, bahkan mungkin butuh tenagaku..
tapi entahlah mengapa itu tak pernah terjadi...
yang ku ingat terkhir aku bertemu dengannya itu 27 Juli 08..
saat itu aku dan dia makan di PizzaHut MargoCity Depok,
setelah itu kita nonton film Escape From Huang Shu di Studio 1 Platinum Screen MargoCity Depok, lalu menemaninya belanja sepatu di Centro MargoCity Depok.
dan aku pun dibelikan olehnya sepasang sepatu berhak tinggi berwarna coklat pudar...
sepatu itu pilihanya lho...
menurutnya aku harus punya sepatu hak tinggi... dan mulai memakainya...
mungkin berat buat aku memakai sepatu itu.
secara aku ga suka sepatu hak tinggi.
tetapi demi dirinya sepatu itu terkadang aku pakai ke kantor...
ehm... itulah pertemuan terakhir aku dengannya.
setelah itu kita kembali ke rutinitas masing-masing...
entah apa yang membuat aku dan dirinya tak pernah bersua lagi...
bahkan setiap kali kita membuat janji untuk ketemuan,
tak satupun janji itu tertepati...
bulan puasa tiba...
aku dan dia berencana akan mengadakan buka puasa berdua.
tapi lagi2 pertemuan itu tak pernah terjadi..
bahkan sampai lebaran tiba pun, aku dan dia tak kunjung bertemu...
kini... aku seperti kehilangan dirinya...
padahal aku tahu, dia pasti butuh aku...
karena bulan April nanti dia akan menikah...
udah lama pula aku tak tahu perkembangan persiapan pernikahannya...
yang aku tahu kabar terakhir dia adalah, dia sedang mencari sebuah rumah untuk orangtuanya... tapi entah sampai saat ini sudah dapat apa belum...
sekali lagi yang aku katakan aku tak tahu kabarnya...
belum lama ini, aku sms dirinya.
aku bertanya tentang perkembangan persiapan pernikahannya...
betapa malang diriku... dan sangat bodoh!
mengapa aku tidak mengetahui perkembangan persiapan pernikahannya...
beberapa jam berlalu, akhirnya dia pun menelponku...
dia mangatakan, bahwa persiapannya telah sampai di undangan yang sedang di cetak...
dan dia mengatakan... bukannya dia tak mau mengabariku,
hanya saja dia tidak mau mengganggu pikiranku dan kesibukkanku...
entahlah itu jawaban jujur darinya atau bukan...
aku harap itu memang jujur...
sungguh betapa sedihnya aku...
sedih mengapa dia berpikir tidak mau mengganggu pikiran dan kesibukkanku?
bukankah sahabat selalu siap kapan saja jika sahabatnya membutuhkannya...
lalu apa yang terjadi antara aku dan dia?
mengapa seperti ini??
Dina Samsinar...
maafin aku yang mungkin menurutmu aku terlampau sibukz
sehingga aku tidak memiliki waktu untukmu...
tapi... asal kau tahu...
aku akan selalu ada untukmu...
bukankah kau pun seperti itu?
zaman skrg sudah canggih sayang...
klo pun aku tidak bisa berada di sisimu...
tapi aku masih bisa mendengar semua keluh kesahmu, bahagiamu, tangismu dan kesedihanmu...
kamu bisa telpon aku kan say?
berpikir ada apa dengan hidupku?
aku tak mau menyalahkan takdir...
tapi inilah takdirku...
aku tidak tahu apa kesibukkan aku...
bukan aku tidak tahu, aku tahu, tapi aku malas untuk mengatakannya.
mengapa? karena menurutku itu bukanlah kesibukan. tetapi itulah tuntutan peran...
tuntutan peran? peran apa? peran hidupkah?
kini ku menyadari, betapa aku tidak memiliki arti...
arti seorang sahabat..
rutinitasku sehari-hari membuat aku jauh dari sahabatku...
jauh dari sahabat yang selama ini selalu ada di sisiku...
jauh dari sahabat yang selama ini selau berkeluh kesah dan berbagi cerita kebahagian dan kesedihan padaku...
padahal aku sangat tahu, bahwa disaat-saat sekarang ini dia butuh aku..
butuh untuk berbagi, butuh saranku, bahkan mungkin butuh tenagaku..
tapi entahlah mengapa itu tak pernah terjadi...
yang ku ingat terkhir aku bertemu dengannya itu 27 Juli 08..
saat itu aku dan dia makan di PizzaHut MargoCity Depok,
setelah itu kita nonton film Escape From Huang Shu di Studio 1 Platinum Screen MargoCity Depok, lalu menemaninya belanja sepatu di Centro MargoCity Depok.
dan aku pun dibelikan olehnya sepasang sepatu berhak tinggi berwarna coklat pudar...
sepatu itu pilihanya lho...
menurutnya aku harus punya sepatu hak tinggi... dan mulai memakainya...
mungkin berat buat aku memakai sepatu itu.
secara aku ga suka sepatu hak tinggi.
tetapi demi dirinya sepatu itu terkadang aku pakai ke kantor...
ehm... itulah pertemuan terakhir aku dengannya.
setelah itu kita kembali ke rutinitas masing-masing...
entah apa yang membuat aku dan dirinya tak pernah bersua lagi...
bahkan setiap kali kita membuat janji untuk ketemuan,
tak satupun janji itu tertepati...
bulan puasa tiba...
aku dan dia berencana akan mengadakan buka puasa berdua.
tapi lagi2 pertemuan itu tak pernah terjadi..
bahkan sampai lebaran tiba pun, aku dan dia tak kunjung bertemu...
kini... aku seperti kehilangan dirinya...
padahal aku tahu, dia pasti butuh aku...
karena bulan April nanti dia akan menikah...
udah lama pula aku tak tahu perkembangan persiapan pernikahannya...
yang aku tahu kabar terakhir dia adalah, dia sedang mencari sebuah rumah untuk orangtuanya... tapi entah sampai saat ini sudah dapat apa belum...
sekali lagi yang aku katakan aku tak tahu kabarnya...
belum lama ini, aku sms dirinya.
aku bertanya tentang perkembangan persiapan pernikahannya...
betapa malang diriku... dan sangat bodoh!
mengapa aku tidak mengetahui perkembangan persiapan pernikahannya...
beberapa jam berlalu, akhirnya dia pun menelponku...
dia mangatakan, bahwa persiapannya telah sampai di undangan yang sedang di cetak...
dan dia mengatakan... bukannya dia tak mau mengabariku,
hanya saja dia tidak mau mengganggu pikiranku dan kesibukkanku...
entahlah itu jawaban jujur darinya atau bukan...
aku harap itu memang jujur...
sungguh betapa sedihnya aku...
sedih mengapa dia berpikir tidak mau mengganggu pikiran dan kesibukkanku?
bukankah sahabat selalu siap kapan saja jika sahabatnya membutuhkannya...
lalu apa yang terjadi antara aku dan dia?
mengapa seperti ini??
Dina Samsinar...
maafin aku yang mungkin menurutmu aku terlampau sibukz
sehingga aku tidak memiliki waktu untukmu...
tapi... asal kau tahu...
aku akan selalu ada untukmu...
bukankah kau pun seperti itu?
zaman skrg sudah canggih sayang...
klo pun aku tidak bisa berada di sisimu...
tapi aku masih bisa mendengar semua keluh kesahmu, bahagiamu, tangismu dan kesedihanmu...
kamu bisa telpon aku kan say?
Lubang Di Hati
Ku buka mata dan ku lihat dunia
‘tlah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati
Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Apakah itu kamu? apakah itu dia?
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta? apakah itu cita?
Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati
Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti
Apakah itu kamu? apakah itu dia?
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta? apakah itu cita?
Yang ’kan mengisi lubang di dalam hati
By. LeTTo
‘tlah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati
Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Apakah itu kamu? apakah itu dia?
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta? apakah itu cita?
Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati
Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti
Apakah itu kamu? apakah itu dia?
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta? apakah itu cita?
Yang ’kan mengisi lubang di dalam hati
By. LeTTo
Jumat, 16 Januari 2009
Aq PaSTi KeMBaLi
Aku Pasti Kembali (PasTo)
Waktu tlah tiba, Aku kan meninggalkan, Tinggalkan kamu, ‘tuk sementara
Kau dekap aku, Kau bilang jangan pergi, Tapi ku hanya dapat berkata...
Aku hanya pergi ’tuk sementara, Bukan ’tuk meninggalkanmu selamanya
Ku pasti ’kan kembali pada dirimu, Tapi kau jangan nakal, Aku pasti kembali...
Kau peluk aku, Kau ciumi pipiku, Kau bilang janganlah ku pergi
Bujuk rayumu, Buat hatiku sedih, Tapi ku hanya dapat berkata...
Aku hanya pergi ’tuk sementara, Bukan ’tuk meninggalkanmu selamanya
Ku pasti ’kan kembali pada dirimu, Tapi kau jangan nakal, Aku pasti kembali...
Pabila nanti, Kau rindukanku didekapmu, Tak perlu kau risaukan, Aku pasti akan kembali...
eeehhhhmmmm..... itu adalah lirik lagu yang dinyanyikan oleh Pasto. beberapa waktu lalu, (tepatnya aku lupa, mungkin bbrp tahun lalu), lagu itu pernah dinyanyikan oleh Ratu... ga nyangka yakz lagu itu kini dinyanyiin sm Pasto. sebenarnya aku bukan mau ngebahas masalah siapa yg nyanyi... tapi ada hal lain...
akhir-akhir ini, lagu itu seringkali diputar di Tv ataupun radio. bahkan di Itunes Redpelku pun sering diputar. ehm... mendengarkan lagu itu membuat aku teringat akan masa lalu...
kata orang masa lalu biarlah berlalu... dan ku pun menganggap yg sama!
tapi apa daya jika masa lalu pun enggan pergi dari kehidupanku!
yach... aku teringat akan masa lalu...
masa lalu yang selalu mengurungku dalam kesedihan atau mungkin dilema.
entahlah... aku tak tahu, itu dilema atau kesedihan..
kala itu, tiga tahun yang lalu...
seseorang tlah pergi dari kehidupanku...
bukan pergi untuk selamanya... tapi hanya sementara!
Yupz! itulah yang dikatakan olehnya pada ku...
dan seseorang itu pun memintaku untuk menjaga amanahnya...
selama itu... aku tutup mata, tutup telinga, tutup mulut bahkan menutup hati untuk orang lain...
tapi apa balasan yang aku peroleh?
sungguh sangat menyakitkan tuk aku! entah untuk dia!
yupz! bagaimana tidak menyakitkan jika kesetiaan dibalas dengan kedustaan???!!!
karena kini... dia tidak mengingat lagi apa janjinya padaku...
bahkan dia pun serasa tidak pernah mengatakan apa pun padaku...
dan mungkin dia telah melupakan aku...
kesedihan itu masih ada...
bahkan orang2 menganggap aku wanita bodoh yang percaya akan kesetiaan dan janji!
kesetian yang dibalas dusta, janji yang dibalas dengan pengkhianatan!
mungkin aku orang bodoh!
tapi aku hanya ingin menjadi seseorang yang memeliki tanggung jawab terhadap sebuah janji...
menyesalkah aku telah setia?
aku rasa tidak! yach... dengan tegar dapat aku katakan...
aku tidak pernah menyesal dengan sebuah kesetiaan...
dan kini...
aku tak berharap dia kembali padaku...
Waktu tlah tiba, Aku kan meninggalkan, Tinggalkan kamu, ‘tuk sementara
Kau dekap aku, Kau bilang jangan pergi, Tapi ku hanya dapat berkata...
Aku hanya pergi ’tuk sementara, Bukan ’tuk meninggalkanmu selamanya
Ku pasti ’kan kembali pada dirimu, Tapi kau jangan nakal, Aku pasti kembali...
Kau peluk aku, Kau ciumi pipiku, Kau bilang janganlah ku pergi
Bujuk rayumu, Buat hatiku sedih, Tapi ku hanya dapat berkata...
Aku hanya pergi ’tuk sementara, Bukan ’tuk meninggalkanmu selamanya
Ku pasti ’kan kembali pada dirimu, Tapi kau jangan nakal, Aku pasti kembali...
Pabila nanti, Kau rindukanku didekapmu, Tak perlu kau risaukan, Aku pasti akan kembali...
eeehhhhmmmm..... itu adalah lirik lagu yang dinyanyikan oleh Pasto. beberapa waktu lalu, (tepatnya aku lupa, mungkin bbrp tahun lalu), lagu itu pernah dinyanyikan oleh Ratu... ga nyangka yakz lagu itu kini dinyanyiin sm Pasto. sebenarnya aku bukan mau ngebahas masalah siapa yg nyanyi... tapi ada hal lain...
akhir-akhir ini, lagu itu seringkali diputar di Tv ataupun radio. bahkan di Itunes Redpelku pun sering diputar. ehm... mendengarkan lagu itu membuat aku teringat akan masa lalu...
kata orang masa lalu biarlah berlalu... dan ku pun menganggap yg sama!
tapi apa daya jika masa lalu pun enggan pergi dari kehidupanku!
yach... aku teringat akan masa lalu...
masa lalu yang selalu mengurungku dalam kesedihan atau mungkin dilema.
entahlah... aku tak tahu, itu dilema atau kesedihan..
kala itu, tiga tahun yang lalu...
seseorang tlah pergi dari kehidupanku...
bukan pergi untuk selamanya... tapi hanya sementara!
Yupz! itulah yang dikatakan olehnya pada ku...
dan seseorang itu pun memintaku untuk menjaga amanahnya...
selama itu... aku tutup mata, tutup telinga, tutup mulut bahkan menutup hati untuk orang lain...
tapi apa balasan yang aku peroleh?
sungguh sangat menyakitkan tuk aku! entah untuk dia!
yupz! bagaimana tidak menyakitkan jika kesetiaan dibalas dengan kedustaan???!!!
karena kini... dia tidak mengingat lagi apa janjinya padaku...
bahkan dia pun serasa tidak pernah mengatakan apa pun padaku...
dan mungkin dia telah melupakan aku...
kesedihan itu masih ada...
bahkan orang2 menganggap aku wanita bodoh yang percaya akan kesetiaan dan janji!
kesetian yang dibalas dusta, janji yang dibalas dengan pengkhianatan!
mungkin aku orang bodoh!
tapi aku hanya ingin menjadi seseorang yang memeliki tanggung jawab terhadap sebuah janji...
menyesalkah aku telah setia?
aku rasa tidak! yach... dengan tegar dapat aku katakan...
aku tidak pernah menyesal dengan sebuah kesetiaan...
dan kini...
aku tak berharap dia kembali padaku...
Kamis, 15 Januari 2009
KeTiKa KePeRCaYaaN TLaH HiLaNG
Huuuaaa....
apa yang terjadi yakz ketika kepercayaan telah hilang?
ehm... buat aku siy... sudah pasti rasanya tidak nyaman...
mau jujur?
pasti akan dibilang kita bohong!
dan pasti orang ga akan percaya sm kita.
mau bohong?
yach... memang pada dasarnya kita sudah berbohong!
sudah orang ga percaya, dapet bonus dosa lagih!
Huax! sudah tak mengenakkan bgt yakz!
tapi apa daya jika hidup sudah diselimuti oleh kebohongan.
dan kepercayaan pun akan lenyapz!
menurutku, perbuatan berbohong itu akan terus menjalar dan tidak akan ada hentinya...
sekali kita berbohong, pasti selanjutnya kita akan berbohong terus...
menyedihkan sekali, jika kehidupan selalu diselimuti kebohongan!
ohhh... Tuhan...
hindarilah aku dari kebohongan...
aku tidak mau kebohongan akan mengurungku dalam belenggu hitam itu...
apa yang terjadi yakz ketika kepercayaan telah hilang?
ehm... buat aku siy... sudah pasti rasanya tidak nyaman...
mau jujur?
pasti akan dibilang kita bohong!
dan pasti orang ga akan percaya sm kita.
mau bohong?
yach... memang pada dasarnya kita sudah berbohong!
sudah orang ga percaya, dapet bonus dosa lagih!
Huax! sudah tak mengenakkan bgt yakz!
tapi apa daya jika hidup sudah diselimuti oleh kebohongan.
dan kepercayaan pun akan lenyapz!
menurutku, perbuatan berbohong itu akan terus menjalar dan tidak akan ada hentinya...
sekali kita berbohong, pasti selanjutnya kita akan berbohong terus...
menyedihkan sekali, jika kehidupan selalu diselimuti kebohongan!
ohhh... Tuhan...
hindarilah aku dari kebohongan...
aku tidak mau kebohongan akan mengurungku dalam belenggu hitam itu...
Senin, 12 Januari 2009
Ingin...
Awalnya aku ingin berhenti sejenak...
atau mungkin berhenti sedetik...
ingin berhenti dari segala hal yang telah memenjarakan kebebasanku...
ingin menghirup udara suci kebebasan...
ingin melepaskan debu keresahan yg melekat...
ingin menghapus air kesedihan yg mengalir...
ingin... ingin... dan ingin...
atau mungkin berhenti sedetik...
ingin berhenti dari segala hal yang telah memenjarakan kebebasanku...
ingin menghirup udara suci kebebasan...
ingin melepaskan debu keresahan yg melekat...
ingin menghapus air kesedihan yg mengalir...
ingin... ingin... dan ingin...
Senin, 05 Januari 2009
ehmm... antara Tahun Baru & Resolusi
huuuuaaaaa.... dagh tahun baru niy... (tahun baru islam dan masehi)
hahahaha... tahun baru... tahun baru dan tahun baru...
yach... tahun baru... (udah basi niy ngomongin tahun baru!)
ehm... jika tahun baru datang, banyak org yang memiliki resolusi, resolusi dan resolusi...
hahahaa... mungkin aku telatz kali yach baru ngebahasnya skrg. bodo ach! cuexz ajah!
ehmmm.... ngomongin resolusi... resolusi aku apa yach?
hihihi... intinya siy ga tau mau bikin resolusi apa?
sebenarnya siy bukan ga tau juga, tapi rada malayz ajah kali yach....
hahahaha... bukan malayz juga siy! tapi lebih tepatnya TAKUT!
takut ga kesampean githu dech.... hihihihihi...
tapi ga salah juga kali yach, klo aku memiliki resolusi...
resolusi aku adalah.... menikah dan punya anak...
upz! ini resolusi untuk tahun brp yakz? huuuaaaaa... ga tau dech...
tahun ini? tahun depan? atw tahun depannya lagi yakz?
pengennya siy tahun ini dunkz! tapi... nikah sm siapa yakz?
hikz...hikz...hikz...hikz...hikz... inilah Resolusi khayalan.... :(
hahahaha... tahun baru... tahun baru dan tahun baru...
yach... tahun baru... (udah basi niy ngomongin tahun baru!)
ehm... jika tahun baru datang, banyak org yang memiliki resolusi, resolusi dan resolusi...
hahahaa... mungkin aku telatz kali yach baru ngebahasnya skrg. bodo ach! cuexz ajah!
ehmmm.... ngomongin resolusi... resolusi aku apa yach?
hihihi... intinya siy ga tau mau bikin resolusi apa?
sebenarnya siy bukan ga tau juga, tapi rada malayz ajah kali yach....
hahahaha... bukan malayz juga siy! tapi lebih tepatnya TAKUT!
takut ga kesampean githu dech.... hihihihihi...
tapi ga salah juga kali yach, klo aku memiliki resolusi...
resolusi aku adalah.... menikah dan punya anak...
upz! ini resolusi untuk tahun brp yakz? huuuaaaaa... ga tau dech...
tahun ini? tahun depan? atw tahun depannya lagi yakz?
pengennya siy tahun ini dunkz! tapi... nikah sm siapa yakz?
hikz...hikz...hikz...hikz...hikz... inilah Resolusi khayalan.... :(
Langganan:
Postingan (Atom)