Sabtu, 07 Maret 2009

Antara Hak & Kewajiban (Miriz)

ada kalanya orang meminta haknya dipenuhi. tapi ada kalanya orang ga menjalankan kewajibannya. apakah pantas haknya untuk dipenuhi?

Sebelumnya aku minta maaf untuk temen2ku yang mungkin tersinggung dengan kata2ku ini.

ini adalah bentuk kekecewaan aku terhadap sikap temen2ku yang lalai terhadap kewajibannya. padahal blm lama ini terngiang ditelingaku bagaimana dia menuntut haknya. yach... mungkin karena haknya belum dipenuhi, sehingga kewajibannya pun ada yang tidak dipenuhinya.

hari ini aku kembali sendiri berada di ruangan kantorku yang sunyi. entah kemana semua temen2ku. bukan karena aku tidak tahu mereka kemana. aku tahu. tapi entah alasan mereka tak ku mengerti. (untuk yang memiliki alasan sakit, aku mengerti :D)

tadi malam aku nonton acara Kick Andy yang tayang di Metro TV. entah kenapa saat itu aku ingin sekali menontonnya. ternyata pada episode itu membahas tentang anak yang bekerja di bawah umur. ada Lukman, Agus dan Sulaiman yang bekerja di Bengkel Sepatu. mereka anak2 yang berusia 11-12 thn, bekerja dari jam 08:00 - 17:00 WIB dan berlanjut jam 19:00 - 24:00 WIB dengan bayaran 35 ribu - 50 ribu seminggu. belum lagi Rina (16Thn) yang bekerja menjadi PSK sejak usia 14thn demi menyekolahkan kedua adiknya.

mereka bekerja demi menyambung hidup mereka. benar2 demi sesuap nasi. sungguh miris aku mendengar kisah mereka yang bekerja hingga tenggah malam bahkan untuk rina yang bekerja hingga pagi. dimana aku sudah tertidur lelap, mereka sibuk mengelem sendal atau sepatu, bahkan untuk rina sedang sibuk menemani pria2 yang hobby "jajan" dan mencopot status keperawanan rina.

menonton dan mendengar kisah mereka bukan hanya membuatku miris. bahkan aku tak kuasa menahan air mata yang berusaha keluar dari mataku. aku bukan sedang ber-lebay ria. aku memang tak kuasa mendengarnya. aku coba merenung... aku berfikir dengan keras. bahkan sangat keras. sehingga timbul pertanyaan dalam diriku. masih pantaskah aku mengeluh dengan pekerjaan aku sekarang? pekerjaan yang bisa dikatakan tidak memeras tenagaku hingga tengah malam dan pekerjaan yang tidak mencopot status keperawananku!

kembali ke hak dan kewajiban! apakah aku sudah menjalankan kewajiban aku dengan baik demi mendapatkan hak yang aku inginkan? apakah aku pantas teriak mana hak aku dengan meminta gaji atau insentif dinaikan? padahal jam kerjaku telah banyak yang aku korupsi. (fezbukan, YM-an, FS, abis liputan ga langsung ke kantor atau pulang, bahkan bolos kantor dan berleha2 di rumah!) Apakah itu pantas untukku?

jika aku menghubungkannya dengan pekerjaan yang rina, lukman, agus dan sulaiman lakukan, apakah aku tidak malu pada mereka? apakah aku tidak malu dengan diriku sendiri? sehingga aku lalay terhadap kewajibanku! sungguh aku malu. bahkan amat sangat malu!

Ya Allah...
Maafin aku yang telah melakukan korupsi waktu dan lalay terhadap kewajibanku di kantor...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar