Jumat, 19 Juni 2009

Selamat Jalan Mank Ade...

tadi sore, setelah aku pulang kerja, aku melihat mata mamah dan papahku yang masih basah seperti orang yang baru saja menangis. karena memang benar orangtuaku baru saja selesai menangis...

ternyata beberapa menit sebelum aku sampai rumah, orangtuaku kedatangan tamu. dia bernama mank dedi. mank dedi memberikan kabar ke keluargaku, bahwa mang ade sudah tidak ada alias meninggal.

innalillahi wa inailahirojiun...

ketika aku pun mendengar kabar itu, sunggung aku tak kuasa untuk menahan air mata itu. air mata itu menetes dari kedua mataku berbarengan dengan otakku yang memutar memoriku dan mengingat siapakah dia sebenarnya.

sejak aku kecil, papah dan mamahku selalu membiasakan anak-anaknya untuk sarapan dan minum susu. meskipun sarapannya hanya sepotong roti manis atau setangkap roti tawar yg dilapisi margarin plus gula pasir atau serez. sampai akhirnya ortuku berlangganan roti oleh seorang penjual roti yang bernama mang ade.

penjual roti ini sangat baik. dia selalu memberikan kami bonus satu potong roti manis setiap kali mamahku membelinya. bahkan jika dia bertemu dengan adikku ataupun aku saat dia berjualan di sore hari, dia pasti memberikan rotinya secara gratis ke aku ataupun adikku.

orangnya sangat ramah, baik, sopan dan kebanyak orang2 di daerahku pasti mengenal dia. maklum yang langganan roti sm dia cukup banyak dan keramahan dan kebaikan dia itu jugalah yg membuat org sangat suka bila dia sudah membunyikan toet-toet miliknya. (gw lupa namanya apa. pokoknya yg sering dibunyiiin tukang roti dagh!)

jika dia ingin pulang kampung, dia selalu bilang sm pelanggannya. itu supaya pelanggan tidak menunggu dia. jika dia sudah kembali berjualan, pasti dia selalu memberikan oleh2 dari kampungnya. ada krupuk, ada beras merah, ada pisang, ada manggis dan lain-lain... pokoknya buanyak dech. bahkan kadang box isi rotinya bukan berisi roti tapi kerdus yg berisi oleh2 untuk keluarga aku.

aku kurang tahu, entah mengapa dia sangat baik ke keluargaku. sehingga dia selalu membawakan oleh2 untuk keluargaku. hanya yang kuingat pesan dari orangtuaku saat itu : kalian harus menghormati dia, karena dia sudah baik sama kita. orang baik itu harus dibalas dengan kebaikan juga.

ketika aku mulai kuliah, keluargaku sempat sedih ketika dia datang dan mengatakan, mulai bsk saya sudah ga jualan roti lagi. saya mo pulang kampung saja. nambang emas. nanti roti yg setiap hari diantar kesini akan diantar sma adik saya. adik saya yang akan mengantikan saya berjualan. adiknya itu bernama mang dedi.

hikz...hikz...hikz... syedihnya karena dia akan pulang kampung. dan mungkin akan sulit ketemu dia, kecuali klo keluargaku ke kampungnya atau dia bermain kerumahku.

ehm... ternyata adiknya tidak lama juga berjualan roti. karena akhirnya adik kakak ini membuka usaha sendiri dengan berjualan pecel ayam. jadi inget, dulu ketika rumahku kebanjiran, dia datang membawakan keluarga kami nasi bungkus dengan pecel ayamnya. ehmm... uenakz dech!

sudah lama keluargaku tidak bertemu dengannya. seingat aku, terakhir aku bertemu dengannya waktu tahun 2003 atau 2004 githu. saat itu keluargaku bermain ke kampungnya. sambutan keluarganya sungguh sangat baik sekali. bahkan ketika kami pulangpun sempat-sempatnya mereka mengumpulkan semua jenis hasil panannya dari kebunnya. sampai2 mobil kami penuh dengan oleh2 dimana2.

ehm... kini semua itu tinggalah kenangan. semua kebaikannya bener2 membuat aku makin ingin meneteskan air mata. terbayang semua olehku batapa baiknya dia, betapa ikhlasnya dia berbuat baik, betapa indah senyumannya dan betapa nyaman tawanya. semua masih terekam indah di otakku...

kini... aku hanya bisa bilang : selamat jalan mank ade... semua kebaikanmu akan selalu aku ingat. dan aku ingin lebih banyak lagi berbuat baik seperti dirimu. senyummu, tawamu, kebaikanmu akan selalu tersimpan di otakku...

selamat jalan mank ade...
semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untukmu...
Aminnn...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar