Senin, 19 Januari 2009

Dina Samsinar

sejenak aku berpikir...
berpikir ada apa dengan hidupku?
aku tak mau menyalahkan takdir...
tapi inilah takdirku...

aku tidak tahu apa kesibukkan aku...
bukan aku tidak tahu, aku tahu, tapi aku malas untuk mengatakannya.
mengapa? karena menurutku itu bukanlah kesibukan. tetapi itulah tuntutan peran...

tuntutan peran? peran apa? peran hidupkah?
kini ku menyadari, betapa aku tidak memiliki arti...
arti seorang sahabat..

rutinitasku sehari-hari membuat aku jauh dari sahabatku...
jauh dari sahabat yang selama ini selalu ada di sisiku...
jauh dari sahabat yang selama ini selau berkeluh kesah dan berbagi cerita kebahagian dan kesedihan padaku...
padahal aku sangat tahu, bahwa disaat-saat sekarang ini dia butuh aku..
butuh untuk berbagi, butuh saranku, bahkan mungkin butuh tenagaku..
tapi entahlah mengapa itu tak pernah terjadi...

yang ku ingat terkhir aku bertemu dengannya itu 27 Juli 08..
saat itu aku dan dia makan di PizzaHut MargoCity Depok,
setelah itu kita nonton film Escape From Huang Shu di Studio 1 Platinum Screen MargoCity Depok, lalu menemaninya belanja sepatu di Centro MargoCity Depok.
dan aku pun dibelikan olehnya sepasang sepatu berhak tinggi berwarna coklat pudar...
sepatu itu pilihanya lho...
menurutnya aku harus punya sepatu hak tinggi... dan mulai memakainya...
mungkin berat buat aku memakai sepatu itu.
secara aku ga suka sepatu hak tinggi.
tetapi demi dirinya sepatu itu terkadang aku pakai ke kantor...

ehm... itulah pertemuan terakhir aku dengannya.
setelah itu kita kembali ke rutinitas masing-masing...
entah apa yang membuat aku dan dirinya tak pernah bersua lagi...
bahkan setiap kali kita membuat janji untuk ketemuan,
tak satupun janji itu tertepati...

bulan puasa tiba...
aku dan dia berencana akan mengadakan buka puasa berdua.
tapi lagi2 pertemuan itu tak pernah terjadi..
bahkan sampai lebaran tiba pun, aku dan dia tak kunjung bertemu...

kini... aku seperti kehilangan dirinya...
padahal aku tahu, dia pasti butuh aku...
karena bulan April nanti dia akan menikah...

udah lama pula aku tak tahu perkembangan persiapan pernikahannya...
yang aku tahu kabar terakhir dia adalah, dia sedang mencari sebuah rumah untuk orangtuanya... tapi entah sampai saat ini sudah dapat apa belum...
sekali lagi yang aku katakan aku tak tahu kabarnya...

belum lama ini, aku sms dirinya.
aku bertanya tentang perkembangan persiapan pernikahannya...
betapa malang diriku... dan sangat bodoh!
mengapa aku tidak mengetahui perkembangan persiapan pernikahannya...

beberapa jam berlalu, akhirnya dia pun menelponku...
dia mangatakan, bahwa persiapannya telah sampai di undangan yang sedang di cetak...
dan dia mengatakan... bukannya dia tak mau mengabariku,
hanya saja dia tidak mau mengganggu pikiranku dan kesibukkanku...

entahlah itu jawaban jujur darinya atau bukan...
aku harap itu memang jujur...
sungguh betapa sedihnya aku...
sedih mengapa dia berpikir tidak mau mengganggu pikiran dan kesibukkanku?
bukankah sahabat selalu siap kapan saja jika sahabatnya membutuhkannya...
lalu apa yang terjadi antara aku dan dia?
mengapa seperti ini??

Dina Samsinar...
maafin aku yang mungkin menurutmu aku terlampau sibukz
sehingga aku tidak memiliki waktu untukmu...
tapi... asal kau tahu...
aku akan selalu ada untukmu...
bukankah kau pun seperti itu?

zaman skrg sudah canggih sayang...
klo pun aku tidak bisa berada di sisimu...
tapi aku masih bisa mendengar semua keluh kesahmu, bahagiamu, tangismu dan kesedihanmu...
kamu bisa telpon aku kan say?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar