waduch koq jadi begini yakz?!
kemarin aku liputan di salah satu RS yg da di daerah Kelapa Gading. RS tersebut ingin mempublikasikan alat kesehatan terbaru&lokasi keberadaannya. untuk melancarkan aksinya sudah pasti hanya wartawanlah yang bisa menyebarluaskan hal tersebut dengan cepat melalui berita yg akan ditulisnya. untuk itu RS tersebut pun mengundang beberapa wartawan untuk meliputnya. termasuk media tempat ku bekerja. setelah peresmian (gunting pita), terjadilah kehebohan di depan ruang direktur RS tersebut. beberapa wartawan tidak boleh masuk untuk mengikuti conpress! termasuk media ku. alasan sang pemberi undangan mengatakan, terbatas untuk wartawan yang bisa masuk&mengikuti conpress.
sontak aku kaget binti kesel, dengan emosi aku bilang "koq terbatas mbak?, klo terbatas ngepain diundang?" sungguh aku dan bbrp wartawan yg berada di luar kesal dan marah2! kami merasa didiskriminasikan. walau begitu kami pun enggan meninggalkan tempat. kami menunggu mrk (narsum) keluar untuk kami wawancara. biarlah ga boleh masuk, yg penting kami tetap berusaha untuk bisa wawancara narsum.
tak lama kemudian, seorang pria setengah tua dengan menggunakan jas kebesarannya (jas dokter) mengatakan, kenapa kalian di luar? ayo masuk. kalian wartawankan? ayo masuk. si bapak dokter ini rupanya tidak tahu mengapa kita di luar. seorang teman wartawan dari harian mengatakan, (pastinya dengan nada yg menyebalkan) kita ga boleh masuk pak. katanya terbatas yg ke dalam dan hanya wartawan tertentu saja yng boleh masuk.
lalu sambil mengajak pak dokter itu pun berkata, kenapa ga boleh? boleh koq. ayo masuk sama saya. saya yang suruh masuk. saya direktur di RS ini. ayo masuk sama saya.
ehmmm... tersenyumlah kami, karena pada akhirnya kami masuk juga ke dalam ruangan conpress. bahkan kami mendapatkan nilai plus. (didampingi oleh sang direktur RS).
katika kami masuk, kagetlah org yg tadi melarang kami masuk. tapi apa mau dikata dan mau berbuat apa mereka, jika kami masuk atas ajakan si pemimpin RS, didampingi pula lagi!
dalam hati, aku tertawa terbahak2 dan dengan sadis aku bergumam "mampus lu ngelarang2 kita masuk!" sedikit berpikir jahat, aku bergumam kembali "hahahaaa.... abis ini pasti lo bakal dampratan dri boz lo!, emang enak?"
jahat siy bergumam seperti itu. tapi itulah pelampiasan emosiku. karena sungguh aku sebal dan muak dengan perlakuannya itu. aku bukanlah wartawan bodrex, bukan wartawan tanpa media, aku wartawan dengan media. bahkan aku datang ke acara tersebutpun, karena media ku "di undang"!
jadi... apakah aku salah jika bersikap seperti itu?????!
Oia... dalam tragedi itu, bbrp wartawan yg masuk pun sebenarnya ga suka dengan sikap si pengundang....
aku menulis ini di blog bukan karena aku ingin menjelek2an pihak RS. tapi aku hanya berharap agar pihak RS bisa lebih memahami wartawan yang butuh berita. toh RS juga butuh publikasikan???! Semoga ini menjadi pelajaran untuk RS-RS lainnya....
kemarin aku liputan di salah satu RS yg da di daerah Kelapa Gading. RS tersebut ingin mempublikasikan alat kesehatan terbaru&lokasi keberadaannya. untuk melancarkan aksinya sudah pasti hanya wartawanlah yang bisa menyebarluaskan hal tersebut dengan cepat melalui berita yg akan ditulisnya. untuk itu RS tersebut pun mengundang beberapa wartawan untuk meliputnya. termasuk media tempat ku bekerja. setelah peresmian (gunting pita), terjadilah kehebohan di depan ruang direktur RS tersebut. beberapa wartawan tidak boleh masuk untuk mengikuti conpress! termasuk media ku. alasan sang pemberi undangan mengatakan, terbatas untuk wartawan yang bisa masuk&mengikuti conpress.
sontak aku kaget binti kesel, dengan emosi aku bilang "koq terbatas mbak?, klo terbatas ngepain diundang?" sungguh aku dan bbrp wartawan yg berada di luar kesal dan marah2! kami merasa didiskriminasikan. walau begitu kami pun enggan meninggalkan tempat. kami menunggu mrk (narsum) keluar untuk kami wawancara. biarlah ga boleh masuk, yg penting kami tetap berusaha untuk bisa wawancara narsum.
tak lama kemudian, seorang pria setengah tua dengan menggunakan jas kebesarannya (jas dokter) mengatakan, kenapa kalian di luar? ayo masuk. kalian wartawankan? ayo masuk. si bapak dokter ini rupanya tidak tahu mengapa kita di luar. seorang teman wartawan dari harian mengatakan, (pastinya dengan nada yg menyebalkan) kita ga boleh masuk pak. katanya terbatas yg ke dalam dan hanya wartawan tertentu saja yng boleh masuk.
lalu sambil mengajak pak dokter itu pun berkata, kenapa ga boleh? boleh koq. ayo masuk sama saya. saya yang suruh masuk. saya direktur di RS ini. ayo masuk sama saya.
ehmmm... tersenyumlah kami, karena pada akhirnya kami masuk juga ke dalam ruangan conpress. bahkan kami mendapatkan nilai plus. (didampingi oleh sang direktur RS).
katika kami masuk, kagetlah org yg tadi melarang kami masuk. tapi apa mau dikata dan mau berbuat apa mereka, jika kami masuk atas ajakan si pemimpin RS, didampingi pula lagi!
dalam hati, aku tertawa terbahak2 dan dengan sadis aku bergumam "mampus lu ngelarang2 kita masuk!" sedikit berpikir jahat, aku bergumam kembali "hahahaaa.... abis ini pasti lo bakal dampratan dri boz lo!, emang enak?"
jahat siy bergumam seperti itu. tapi itulah pelampiasan emosiku. karena sungguh aku sebal dan muak dengan perlakuannya itu. aku bukanlah wartawan bodrex, bukan wartawan tanpa media, aku wartawan dengan media. bahkan aku datang ke acara tersebutpun, karena media ku "di undang"!
jadi... apakah aku salah jika bersikap seperti itu?????!
Oia... dalam tragedi itu, bbrp wartawan yg masuk pun sebenarnya ga suka dengan sikap si pengundang....
aku menulis ini di blog bukan karena aku ingin menjelek2an pihak RS. tapi aku hanya berharap agar pihak RS bisa lebih memahami wartawan yang butuh berita. toh RS juga butuh publikasikan???! Semoga ini menjadi pelajaran untuk RS-RS lainnya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar