Minggu, 30 November 2008

Baca Buku Saya Jangan Baca Saya

"Baca Buku Saya Jangan Baca Saya", ujar Andera Hirata

Pagi ini aku dan temanku (titis) wawancara Andrea Hirata by phone. wawancara berjalan selama 31 menit 7 detik. bagiku, cukup menyenangkan bisa ngobrol2 dengan andrea. aku dapat menyimpulkan bahwa dia adalah sosok yang sangat rendah hati, polos dan lugu.
sebagai seorang anak daerah yang jauh dari kehidupan hiruk pikuk perkotaan membuatnya dirinya tetap rendah hati. padahal di kota yang ramai dengan dunia publikasi ini telah membuat namanya melambung tinggi, bak roket yang tancap gas dari bumi.

walaupun kini namanya telah melambung dikancah dunia tulis menulis, justru andrea memiliki keinginan untuk berhenti menulis. eitz... penggemar andrea ga usah langsung kecewa dunkz... karena andrea tidak berhenti untuk selamanya. hanya sementara, tetapi entah sampai kapan, andrea sendiri pun tidak mengetahuinya.

ketika mendekati pembicaraan terakhir dengan andrea hirata, aku sungguh terkagum-kagum dengan kata-katanya. andrea meminta kepada masyarakat untuk membaca bukunya dan jangan membaca dirinya. andrea ingin, orang dapat mengetahui bahwa itu adalah karyanya ketika orang tersebut membacanya karyanya, walaupun andrea memakai nama lain. untuk itu, andrea pun berniat akan menulis lagi, tetapi mungkin dengan nama lain. bukan lagi nama "Andrea Hirata".

dari hasil wawancara dengan andrea, aku jadi memiliki keinginan sepertinya. (maaf nyontek mas). keinginan, bahwa orang akan mengetahui itu karyaku, karena orang itu membaca hasil karyaku, bukan karena nama yang terdapat disetiap karyaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar